Tampilkan postingan dengan label TUTORIAL POWER DESIGNER. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TUTORIAL POWER DESIGNER. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Desember 2011

free download Tampilan mikrotik Hospot mediafire

malam gan,,,baru aja ane utak atik tampilan Login Buat Mikrotik.. mungkin saja bisa bantu teman2 yang bingung atau belum punya gambaran mengenai tampilan login ,,,,berikut ane kasih tampilannya. sekalian ane kasih materi loud balancing,,,sekedar info aja!!! klik disini untuk download mediafire download semoGa BerManfaat,,,,!!!!

Selasa, 06 Desember 2011

free download Power designer V12.5 mediafire

kali ini saya akan sharing pada teman-teman mengenai aplikasi power designer V12.5 karena aplikasi ini yang saya gunakan dalam hal mem visualisasikan ER-diagram.... apabila anda kurang faham mengenai penjelasan power designer klik disini untuk mnegenai aplikasinya anda bisa downlod disini : part 1 part 2 sukses trus bersama zacky Poetra!!!!!!

Jumat, 05 Maret 2010

tutorial PHP MY SQL

1.1 Mengenal Web Server Apache

Anda mungkin pernah membuat sebuah halaman Web menggunakan
HTML (lihat dan belilah buku Student Guide Series Pemrograman
Web dengan HTML, CSS, dan Java Script). Ketika Anda membuat
halaman web dengan HTML saja, maka halaman web Anda akan
tampak statis. Artinya, isi halaman web Anda akan selalu tetap.
Seandainya Anda ingin mengubah tampilannya, Anda harus pula
mengubah kode HTML-nya. Halaman Web yang dibuat menggunakan
kode HTML saja juga bersifat client-side. Artinya, isi halaman web
tersebut diolah di sisi client. Ketika seseorang membuka halaman
web, maka server yang menyediakan halaman web tersebut akan
langsung mengirimkan halaman web itu kepada si peminta tanpa
diolah terlebih dahulu.


1.1 Mengenal Web Server Apache

Anda mungkin pernah membuat sebuah halaman Web menggunakan
HTML (lihat dan belilah buku Student Guide Series Pemrograman
Web dengan HTML, CSS, dan Java Script). Ketika Anda membuat
halaman web dengan HTML saja, maka halaman web Anda akan
tampak statis. Artinya, isi halaman web Anda akan selalu tetap.
Seandainya Anda ingin mengubah tampilannya, Anda harus pula
mengubah kode HTML-nya. Halaman Web yang dibuat menggunakan
kode HTML saja juga bersifat client-side. Artinya, isi halaman web
tersebut diolah di sisi client. Ketika seseorang membuka halaman
web, maka server yang menyediakan halaman web tersebut akan
langsung mengirimkan halaman web itu kepada si peminta tanpa
diolah terlebih dahulu.
Hal tersebut berbeda dengan halaman web yang dibuat dengan
bantuan PHP. Halaman web yang dibuat dengan bantuan PHP dapat
mengakses dan memanfaatkan database sehingga lebih bersifat
dinamis. Isi halaman web-nya dapat berubah tanpa perlu diprogram
ulang. Selain itu, halaman web -nya akan diolah terlebih dahulu di sisi
server sebelum dikirim ke si pemintanya ( server side). Oleh karena
sifatnya yang server-side, maka dibutuhkan sebuah web server.
Dalam hal ini, web server yang banyak digunakan untuk PHP adalah
Apache.
Tugas utama Apache adalah menghasilkan halaman web yang benar
kepada client peminta, berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh
pembuat halaman web. Jika diperlukan, juga berdasarkan kode PHP
yang dituliskan, maka dapat saja suatu database diakses terlebih
dahulu (misalnya dalam MySQL) untuk mendukung isi halaman web
yang dihasilkan.
Apache sudah berkembang sejak versi pertamanya. Kali ini, penulis
menggunakan Apache versi 2.0.54. Apache bersifat open source,
artinya setiap orang boleh menggunakannya dengan gratis. Bahkan
setiap orang juga boleh mengambil dan mengubah kode program Apache

1.2 Mengenal PHP
PHP adalah singkatan dari PHP: Hypertext Preprocessor. PHP
merupakan bahasa pemrograman untuk membuat web yang bersifat
server-side scripting. PHP memungkinkan Anda untuk membuat
halaman web yang bersifat dinamis.
PHP dapat dijalankan pada berbagai macam sistem oper asi, misalnya
Windows, LINUX, dan Mac OS. Selain Apache, PHP juga mendu kung
beberapa web server lain , misalnya Microsoft IIS, Caudium, PWS , dan
lain-lain.
Seperti pernah disinggung sebelumnya bahwa PHP dapat meman -
faatkan database untuk menghasilkan halaman web yang dinamis.
Sistem manajemen database yang sering digunakan bersama PHP
adalah MySQL. Namun, PHP juga mendukung sistem manajemen
database Oracle, Microsoft Access , Interbase, dBase, PostgreSQL , dan
lain-lain.
Hingga kini, PHP sudah berkembang hingga versi 5. PHP 5 men-
dukung penuh Object-Oriented Programming (OOP), integrasi XML,
mendukung semua ekstensi terbaru MySQL, pengembangan web
services dengan SOAP dan REST , serta ratusan peningkatan lainny a
dibandingkan versi sebelumnya.
PHP juga bersifat open source sehingga setiap orang dapat meng -
gunakannya secara gratis.

1.3 Mengenal MySQL
MySQL adalah sebuah sistem manajemen database yang bersifat open
source. MySQL adalah pasangan serasi dari PHP. MySQL dibuat dan
dikembangkan oleh MySQL AB yang ber ada di Swedia.
MySQL dapat digunakan untuk membuat dan mengelola database
beserta isinya. Anda dapat memanfaatkan MySQL untuk menam bahkan, mengubah, dan menghapus data yang berada di dalam
database.
MySQL merupakan sistem manajemen database yang bersif at rela-
sional. Artinya data-data yang dikelola dalam database akan dile -
takkan pada beberapa tabel yang terpisah sehingga manipulasi data
akan menjadi lebih cepat.
MySQL dapat digunakan untuk mengelola database mulai dari yang
kecil sampai dengan yang sangat besar. MySQL juga dapat men-
jalankan perintah-perintah Structured Query Language (SQL) untuk
mengelola database-database relasional yang ada di dalamnya .
Hingga kini, MySQL sudah berkembang hingga versi 5. MySQL 5 sudah
mendukung trigger untuk memudahkan pengelolaan tabel dalam
database

1.4 Mengenal dan Menginstal XAMPP

XAMPP merupakan sebuah tool yang menyediakan beberapa paket
perangkat lunak ke dalam satu buah p aket. Dengan menginstal
XAMPP, Anda tidak perlu lagi melakukan instalasi dan kon figurasi web
server Apache, PHP, dan MySQL secara manual. XAMPP akan meng-
instalasi dan mengonfigurasinya secara otomatis untuk Anda.
Dalam buku ini, penulis menggunakan XAMPP versi 1.4.14 yang dapat
Anda peroleh (download) dari alamat web: www.arieframadhan.info,
atau dapatkan versi terbarunya dari situs aslinya di alamat web:
http://www.apachefriends.org/en/xampp -windows.html.
XAMPP versi 1.4.14 ini terdiri atas:
• Apache versi 2.0.54
• MySQL versi 4.1.12
• PHP versi 5.0.4
• PHPMyAdmin 2.6.2-p11, dan lain-lain.

Selanjutnya, Anda cukup menjalankan control panel XAMPP untuk
menyalakan web server Apache dan/atau MySQL.
Untuk menginstal XAMPP, lakukanlah langkah -langkah berikut:
1. Donwload file xampp-win32-1.4.14-installer.exe.
2. Jalankan file xampp-win32-1.4.14-installer.exe yang
sudah Anda download. Jalankanlah dengan cara melakukan
klik ganda pada nama file tersebut dalam Windows Explorer .
3. Ketika muncul jendela seperti di bawah ini, pilihlah bahasa
dalam proses instalasi yang ingin Anda gunakan, kemudian
klik tombol OK.












4 Ketika muncul jendela seperti gamba r di bawah ini, klik
tombol Next.











5 Pada jendela instalasi selanjutnya, bacalah persetujuan
lisensi XAMPP, kemudian klik tombol I Agree








6. Kemudian ketika muncul jendela instalasi seperti gambar di
bawah ini, isilah kotak isian Destination Folder dengan
C:\apachefriends, lalu klik tombol Install.









7. Ketika muncul jendela proses instalasi seperti gambar di
bawah ini, tunggulah beberapa saat hingga proses instalasi
selesai seperti terlihat pada gambar berikutnya.











8 Kemudian klik tombol Finish, maka XAMPP telah berhasil
Anda instal dalam folder C:\apachefriends, sesuai dengan
yang Anda isikan pada langkah 6.








Rabu, 06 Januari 2010

TUTORIAL POWER DESIGNER

A. Sekilas Mengenai Sybase Power Designer 11
Sybase Power Designer 11 merupakan tool pemodelan yang dikeluarkan oleh Sybase untuk
membangun sebuah sistem informasi yang cepat, terstruktur dan efektif. Sybase Power Designer 11
mendukung beberapa pemodelan sebagai berikut :
• Requirement Management
• Business Process
• Data Modelling
• XML Modelling
• Application Modelling dengan UML
• Information Liquidity Modelling
• Integrated Modelling


A. Sekilas Mengenai Sybase Power Designer 11
Sybase Power Designer 11 merupakan tool pemodelan yang dikeluarkan oleh Sybase untuk
membangun sebuah sistem informasi yang cepat, terstruktur dan efektif. Sybase Power Designer 11
mendukung beberapa pemodelan sebagai berikut :
• Requirement Management
• Business Process
• Data Modelling
• XML Modelling
• Application Modelling dengan UML
• Information Liquidity Modelling
• Integrated Modelling
Pada tutorial ini kita akan mencoba menggunakan Power Designer untuk melakukan pemodelan
data (data modeling) untuk kemudian akan kita gunakan untuk melakukan perancangan basis data.
Secara sederhana, untuk melakukan pemodelan data pada Power Designer, kita harus memulainya pada
level Conceptual Data Model, dimana pemodelan data dilakukan dengan menggunakan metode Entity
Relationship Diagram. Pada CDM, tipe data yang dipergunakan bersifat general, dan tidak spesifik
terhadap suatu database tertentu.
Tahap kedua adalah membuat Physical Data Model (PDM), PDM merupakan bentuk spesifik dari
CDM yang telah kita bangun. Power Designer memiliki banyak dukungan target database, sehingga kita
tidak perlu bingung mengenai tipe – tipe data yang dipergunakan, karena Power Designer akan
menyesuaikan seperti pada tipe data yang kita definisikan sebelumnya pada tahap CDM.
Tahap terakhir adalah mengenerate script Data Definition Language (DDL) dari PDM yang telah
dibuat. Melalui DDL inilah kita dapat mengenerate objek – objek database (table, trigger,view,
procedure) sehingga kemudian DDL script ini dapat kita eksekusi ke software database lain seperti Oracle
atau MySQL, atau dapat juga kita buat koneksi dan mengeksekusinya langsung via Power Designer.








B. Conceptual Data Modelling
Pada tahap ini kita akan membuat CDM dengan studi kasus adalah relasi antara Anggota
Perpustakaan dengan Buku pada Sistem Informasi Perpustakaan. Sampai tahap ini, diasumsikan anda sudah paham mengenai konsep ERD dan pemodelan data. Tahapan pembuatan CDM pada Power
Designer 11 adalah sbb :
• Pilih menu file > new > pada dialog new pilih new model dan Conceptual Data Model kemudian
klik OK.


• Langkah selanjutnya adalah membuat entitas mahasiswa. Pada tahapan ini, klik ikon entity pada
pallete dan klik lagi pada workspace. Kemudian kembali ke pallete dan klik ikon panah lalu klik
dua kali ikon entity atau klik kanan kemudian pilih properties untuk membuka “properties” nya
seperti pada gambar dibawah :

• Pada tab general, kita dapat memberi nama entitas tersebut yaitu “mahasiswa”.
•Kemudian pada tab attributes, kita dapat menambahkan atribut pada entitas ini diantaranya :

•Untuk atribut NIM kita set sebagai primary key, sehingga centang checkbox P untuk mengeset
Primary Key; Selain itu NIM juga tidak boleh kosong sehingga centang juga M untuk Mandatory,
kemudian klik OK.















• Langkah selanjutnya adalah membuat entitas buku. Untuk membuat entitas buku, langkah –
langkah yang dilakukan sama dengan tahapan pembuatan entitas mahasiswa dengan atribut
sbb :

• Kemudian Set Kode Buku sebagai Primary Key dan Mandatory.
• Berikutnya kita akan membuat relasi antara kedua entitas ini, untuk itu klik icon relationship pada pallete, kemudian hubungkan kedua entitas tersebut.









•Kemudian klik dua kali atau klik kanan dan pilih menu properties untuk melihat properties nya.
• Pada tab general , kita dapat mengubah nama relationshipnya menjadi “meminjam”.
• Kemudian pada tab detail, kita dapat memilih tipe relasi antara kedua entitas tersebut, dalam
hal ini pilih 1 to many.
•Pada relasi mahasiswa to buku pilih cardinality 1,n dan centang pada checkbox
mandatory.
• Sedangkan pada relasi buku to mahasiswa, pilih cardinality 1,1 dan centang pada checkbox
mandatory kemudian klik OK.












•Untuk mengecek kebenaran model ini, kita dapat memilih tools > check model > OK. Bila benar,
maka akan terlihat pesan bahwa CDM yang telah dibangun benar pada bagian bawah
workspace seperti pada gambar dibawah


























C. Tahap 2 : Physical Data Modelling
• Setelah membuat CDM, maka tahapan selanjutnya adalah membuat PDM. Untuk membuat PDM,
maka pilih tools > generate physical data model.
• Pada tab general kita dapat memilih generate new physical data model.
•Pada pilihan database, kita dapat memilih database yang akan kita gunakan, karena dalam tutorial
kita menggunakan Oracle 10g XE, maka dapat kita pilih database Oracle 10g.
• Kemudian berilah nama pada PDM ini dengan PDMperpus
• Pada tab detail, akan terdapat beberapa pilihan, untuk table prefix, isi dengan TBL_
• Pada reference, ganti pilihan delete rule dengan cascade, kemudian klik OK.
• Kemudian, kita dapat mengecek kebenaran model dengan cara yang sama saat mengecek
kebenaran model CDM.

D. Tahap 3 : Data Definition Language Generation
• Tahap terakhir dalam perancangan database dengan menggunakan Sybase Power Designer 11 ini
adalah perancangan DDL script yang nantinya dapat kita impor pada database server.
• Untuk itu pilih database > generate database.
• Pada dialog database generation, pilih script generation pada pilihan generation type.
• Pada directory, kita dapat memilih dimana DDL script ini akan disimpan. • Pada file name, kita dapat mengetikkan nama untuk script ini.
• Untuk tab dan pilihan lain dapat kita biarkan dalam kondisi default.
• Kemudian klik OK dan untuk melihat DDL script yang telah kita generate klik edit, dibawah ini
adalah DDL script untuk relasi mahasiswa – buku yang telah kita buat :

klik disini Untuk download >>>>
download