Suplay chain manajemen ( SCM) atau manajemen rantai pasokan menurut (heizer& rander :2004) merupakan kagiatan pengelolaan kegiatan-kegiatan dalam rangka memeperoleh bahan mentah tersebut menjadi barang dalam proses atau barang setengah adi dan barang jadi kemudian mengirimkan produk tersebut kekonsumen melalui sistemn distribusi. sebenarnya SCM sudah dikenal dari beberapa tahun yang lalu dan terintegrasi dengan logistic.SCM menegaskan interaksi antar fungsi pemasaran,produksi pada suatu perusahaan,produksi pada suatu perusahaan.memanfaatkan kesempatan untuk
meningkatkan pelayanan dan penurunan biaya dapat dilakukan melalui koordiansi dan kerjasama antar pengadaan bahan baku dan pendistribusian nya.hal ini terkait dengan kegiatan rantai suplay yang secara tidak langsung terkontrol dengna kegiatan logistic, baik logistic didlam peruisahaan maupun diluar perusahaan .
Ruang lingkup suplay chain manajemen meliputi :
1. Rantai pasokan (SC) mencakup seluruh kegiatan arus dan transformasi barang mulai dari bahan mentah,sampai penyaluran ketangan konsumen termasuk aliran informasinya, bahan baku dan aliran informasi adalah rangkaian dari rantai pasokan (SC).
2. Rantai pasokan sebagai suatu system tempat organisasi menyalurkan barang produksi dan jasa kepada pelangganya.
Rantai pasokan harus saling mendukung diantara organisasi yang saling berhubungan agar kegiatan pengadaan dan penyaluran bahan baku dan produk akhir terintegrasi secara baik dan benar,sehingga misi mereka menjadi sama yaitu” to get the right goods or services to the right place,at the right time,. And the in the desired condition,while making the greatest contribution to the firm”
Perbedaan manajemen logistic dengan suplay chain manajemen
Manajemen logistic adalah mengutamakan pengelolaan termasuk arus barang dalam perusahaan, orientasi pada perencanaan dan kerangka kerja yang menghasilkan rencana tunggal arus barang dan informasi diperusahaan.
Suplay chain manajemen mengutamakan arus barang antar perusahaan,mulai dari awal kegiatan sampai produk akhir,sedangkan orientasinya atas dasar kerja sama dan mengusahakan hubungan serta koordinasi antar proses dari perusahaan mitra guna menunjang kegiatan proses sampai ketangan konsumen.
Senin, 05 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar